Warning: fopen(http://finance.yahoo.com/d/quotes.csv?e=.csv&f=sl1d1t1&s=USDIDR=X): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.0 403 Forbidden in /home4/helmi14/public_html/inimedan/site/wp-content/themes/inimedan/header.php on line 5
Menikmati Malam Sambil Bersantap Martabak India - IniMedan.com - Portal Berita Medan, Sumatera Utara dan Nasional.

Menikmati Malam Sambil Bersantap Martabak India

12 Des 2015 Kuliner

INIMEDAN – Menikmati malam sambil bersantap martabak India, nasi goreng daging sapi ataupun mie rebus sungguh nikmatnya tidak terkira. Apalagi jika didampingi dengan teh susu telur (TST) yang diracik langsung dari susu sapi atau susu kambing asli, sudah pasti selain nikmat juga memberi khasiat bagi tubuh.

Temukan pengalaman makan seperti ini di Restoran India Cabang Tebingtinggi yang beralamat di Jalan Stasiun Kereta Api Medan. Sesuai namanya, restoran ini memang berasal dari Tebingtinggi yang setahun belakangan membuka cabang di Medan.

Muhammad Abas, sang pengelola menuturkan, mereka menyajikan berbagai jenis martabak, seperti martabak mesir, martabak kairo yang kemudian diberi pilihan mau martabak mesir/khairo telur ayam atau telur bebek. Martabak telur bebek termasuk jenis yang paling digemari.

Selanjutnya ada roti cane, martabak manis yang disiram cokelat dan keju parut.

Antara martabak mesir dan martabak kairo memiliki rasa khasnya tersendiri. Secara garis besar, metode masaknya adalah roti dipanggang di atas pan besi, menggunakan margarine. Kemudian disiram telur yang sudah dikocok dengan sayuran seperti daun bawang pre, kentang, bawang bombay. Juga daging. daging yang digunakan adalah daging sapi yang sudah dipotong kecil. Martabak dinikmati dengan kuah kari.

Martabak kairo ada sedikit perbedaannya. Sebelumnya daging sapi diolah dengan bumbu khusus. Abas menyebutnya Kaima Daging. “Ini adalah resep dari orang tua dulu. Khas India,” paparnya seperti dikutip dari medanbisnis.

Jadi sebelumnya, daging itu sudah berasa terlebih dahulu. Selain dagingnya, bumbu Kaima juga turut dimasukkan ke dalam adonan martabak khairo. Bumbu membuat Kaima tidak terlalu jauh beda dengan bumbu kari. Martabak khairo juga dinikmati dengan kuah kari.

Cita rasa kari kambing restoran India ini sudah diselaraskan dengan selera lokal. Bumbu tetap tegas, tapi tidak memiliki aroma yang menyengat seperti halnya makanan India asli.

Beberapa jenis bumbu yang digunakan untuk memasak kari adalah cabe merah, cabe kering, bawang merah, bawang putih, kapulaga, jintan, bunga lawang dan lainnya. Bumbu tersebut digiling halus, selanjutnya ditumis bersama daging kambing. Kemudian turut diberi santan, yang membuat kari ini menjadi luar biasa.

Selain martabak, Restoran India juga memiliki nasi goreng yang tak kalah spesial. jika Anda penikmat daging sapi, Anda bisa memilih nasi goreng special daging sapi. Rasanya luar biasa gurih, khas daging sapi, dengan bumbunya yang tegas, memikat. Di sisinya masih ada telur dadar, kerupuk dan acar (bawang merah, cabe rawit dan timun) yang merupakan teman pokok menikmati nasi goreng.

Untuk pengusir dahaga, bisa pesan minuman TST yang konon satu-satunya ada di Indonesia ini. “Ini bukan teh susu telur biasa, kami menggunakan susu sapi asli. Sederhananya adalah teh tarik susu sapi,” ucapnya.

Minuman ini tidak saja lezat dimulut, tapi juga menjadi sumber gizi yang baik bagi kesehatan. TST khas Restoran India memiliki rasa manis yang standar karena tidak menggunakan susu kental manis seperti TST umumnya. “Kami menggunakan susu sapi asli tanpa campuran. Setelah minum TST Anda bisa merasakan khasiat yang cukup baik bagi tubuh,” paparnya.

Mereka juga menyediakan susu kambing etawa yang sangat berdasarkan penelitian memiliki kandungan nutrisi dan mineral yang cukup lengkap. Diantaranya, fosfor, kalsium, sodium dan flourin.

Oleh karena itulah, susu kambing etawa diklaim memiliki manfaat yang hampir setara dengan ASI. Susu ini sungguh sedap jika dinikmati dalam kondisi hangat. Restoran India buka sejak pukul 6 sore dan tutup hingga pukul 1 malam. [MB]

loading...

© 2015 IniMedan.com. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.