“Pikul” 48 Kg Ganja ke Bukit Tinggi Dua Pelajar Aceh Ketangkul

21 Okt 2017 Peristiwa

Inimedan.com.
Apes benar nasib dua pria pelajar asal Aceh, Fajri bin Abakal (18) dan Abdullah (20) tahun, maksud hati hendak membalas kebaikkan dan sekaligus membayar hutang orang tuanya kepada tetangganya. Gak taunya belum sampai ke tujuan Bukit Tinggi, keduanya ketangkap (Ketangkol) Polisi di pool bus ALS di Medan. Pasalnya dua warga Desa TP.Panah Dusun Poteumeorehon itu membawa “Pikul” ganja sebanyak 48 kg, Kamis (19/10).

Seperti keterangan keduanya saat diperiksa polisi, kedua pelajar asal Desa TP Panah Dusun Poteumeorehon Kec Palimbang, Bireun Aceh terpaksa “pikul” 48 kg ganja ke Sumatera Barat (Sumbar) hanya karena “Terhutang budi” kepada pemiliknya.

Dalam aksi berbahaya tersebut tersangka, Fajri bin Abakal (18) dan Abdullah (20) hanya mendapat uang transportasi sebesar Rp.2 juta. Keduanya ditangkap di pool bus ALS Jl.Sisingamangaraja Medan, Kamis (19/10).
“Kedua pelaku membawa ganja menggunakan dua koper dan awalnya menumpang bus L-300 dari Langsa ke Pangkalanbrandan, setelah itu mereka naik bus ALS ke Medan untuk selanjutnya akan menuju ke Sumatera Barat (Sumbar). Mereka kita tangkap ketika akan berangkat,” kata Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu, Jumat (20/10).
HUTANG BUDI
Tersangka Fajri bin Abakal mengaku terpaksa menjalankan bisnis haram tersebut karena terikat utang kepada Abdullah, pemilik dari ganja tersebut.
“Waktu ayah saya sakit, Abdullah selaku pemilik ganja ini membantu biaya perobatan dan tidak bisa dibayar ayah. Karena itu, kami merasa berhutang dan mau tak mau saya memenuhi tawaran Abdullah membawa ganja 48 bal (48 kg),” aku Fajri.
Fajri mengaku, ia dan Abdullah diperintahkan sang bandar untuk mengantar ganja ke Bukit Tinggi dengan iming-iming Rp 400 ribu per kilo, jika sudah tugasnya selesai. Ganja dijual ke Sumbar karena harganya jauh lebih mahal dari Medan yakni rp.5 juta perkilo gram.
“Saya cuma tukang gendong aja. Rencana per kilo akan diupah Rp 400 ribu, tapi baru dikasih uang jalan Rp 2 juta. Kami juga gak tau barang yang kami bawa ternyata sebanyak ini,” ucap Fajri. Kedua tersangka dijerat Pasal 111 Ayat (2) jo Pasal 132 UU No 2009 tentang Narkotika. (Adi).

loading...

© 2015 IniMedan.com. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.