
Inimedan.com-Telukdalam | Dunia pendidikan Kabupaten Nias Selatan,digegerkan kembali isu hangat seputar tidak ada transparansi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).Salah satunya di Satuan pendidikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nomor : 075067 Desa Soto’o Hilisimaetano,Kecamatan Maniamolo,Nias Selatan ,Sumut,Selasa (16/12/25). Hal ini diungkapkan oleh beberapa tenaga pengajar, kepada wartawan inimedan.com.
“Sepengetahuan kami,untuk masalah penggunaan Dana Bos tidak ada kejelasan.Kami menduga bahwa tidak tepat pada sasarannya,mengingat kepala sekolah sesuka hati menjalankannya sendiri.Benar tidak ada transparansi kepada kami sebagai pengajar disini,bukan hal baru tapi sudah berlangsung lama menjelang kurang lebih dua (2) tahun. Dibuktikan salah satu item belanja modal, tidak pernah kami lihat fisiknya.Kami mendapatkan banyak kendala saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung.Hal terkecil, semisal kapur,spidol,atau buku panduan guru,dan buat murid tidak ada.Sementara pembiayaan melalui dana Bos jalan terus,” bebernya.
” Kami sangat berharap adanya perbaikan,keterbukaan,terkait penggunaan dana biaya operasional sekolah .Sebaiknya kepala Sekolah mampu menerapkan management yang transparansi,akuntabilitas,untuk mendukung terciptanya kegiatan belajar mengajar yang nyaman dan harmonis,” ujar salah seorang guru yang tak mau disebut identitasnya.
Ditempat terpisah Komite Sekolah SDN,075067 Sotoo, yang ditemui awak media ini, mengungkapkan keprihatinannya melihat kondisi Sekolah saat ini menjadi korban kebijakan dan management kepala Sekolah baru ini.Kondisi sebelumnya disekolah kita ini jauh lebih baik.Akan tetapi semenjak Kepala Sekolah baru berkuasa, setidaknya ada kemajuan.Akan tetapi apa yang dirasakan keterpurukan yang ada.Ditambahkan lagi masyarakat dan orang tua murid merasa kecewa melihat kondisi sekolah yang terabaikan,terlantarkan.Belum lagi keaktifan kepala sekolah yang bagai kunang-kunang malam,kadang muncul 1 kali 2 Minggu malah sekali dalam sebulan.
“Kepala sekolah diduga tidak peduli dengan kemajuan sekolah ini.Mengatasi situasi dan kondisi yang ada,sebaiknya Kepala dinas turun tangan,memberi atensi melakukan evaluasi sebelum kondisi menjadi parah.Mana mungkin berbagai masalah tuntas kalau tidak ada komunikasi baik pihak komite,orang tua murid,pemerintahan Desa,dan lingkungan masyarakat,”tegas komite.
Kepala sekolah SDN 075067 Soto’o,Faogonaduhu Harefa, yang dimintai tanggapan oleh awak media inimedan.com terlihat terbata-bata,dengan pesimis menyampaikan bahwa,
“Beginilah kondisinya pak,muncul berbagai masalah dan saya tidak bisa berbuat apa-apa.Saya tidak berniat abaikan tugas dan tanggungjawab,akan tetapi mengingat kondisi kesehatan saya yang semakin hari menurun.Kemudian kendala jarak tempuh yang jauh dari sekolah ketempat saya.Benar semakin hari saya tidak sanggup menjangkaunya,”akui kasek.
” Untuk mengatasi keterpurukan seperti ini, Pemerintah Kabupaten Nias Selatan,Dinas Pendidikan diminta,
“Peduli, dengan tindakan tegas meninjau kembali penempatan Kasek baru disekolah ini. Sangatlah disayangkan sekolah satu-satunya di Desa Sotoo,terlihat terabaikan,rumput liar menjalar kemana-mana,tumbuhan kelapa ditanami dihalaman sekolah,kondisi ruangan acak-acakan,WC kotor,Perpustakaan yang berantakan membuat tidak nyaman guru maupun murid pada proses kegiatan belajar mengajar,”Tokoh masyarakat. *As*

