Bulog,BI Sumut dan Disperindag Pastikan Stok Pangan Aman 

emimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto( tengah) didampingi Fitra Kurnia, Kadis Perintah ESDM Sumut ( kanan) dan Abdul Kholik, Deputi Direktur Bank Indonesia Kantor Sumut ( kiri) saat memberikan keterangan pada wartawan
emimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto( tengah) didampingi Fitra Kurnia, Kadis Perintah ESDM Sumut ( kanan) dan Abdul Kholik, Deputi Direktur Bank Indonesia Kantor Sumut ( kiri) saat memberikan keterangan pada wartawan *Footo/IMC/ely#

Inimedan.com-Medan   |  Perum Bulog bersama Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut memastikan ketersediaan bahan pangan pokok di Sumatera Utara dalam kondisi aman, meski wilayah ini sempat dilanda banjir dan tanah longsor pada akhir November lalu.

Bencana tersebut sebelumnya dikhawatirkan memicu kelangkaan beras, minyak goreng, dan gula pasir akibat kerusakan lahan pertanian serta terputusnya jalur logistik darat di sejumlah daerah.

Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan Bulog telah mengantisipasi kondisi darurat dengan mengoptimalkan sarana pergudangan yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Utara.

“Bulog Sumut saat ini memiliki 35 unit gudang dengan kapasitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 73 ribu ton di 18 titik. Stok ini siap disalurkan kapan saja, terutama untuk kondisi darurat seperti bencana alam,” ujar Budi, didampingi Kadis Perindag ESDM Sumut Fitra Kurnia dan Deputi Direktur BI KPw Sumut. Rabu, ( 31/12/25) 

Saat ini, posisi stok beras CBP di Kanwil Bulog Sumut tercatat sekitar 42 ribu ton, termasuk 750 ton yang disiagakan di wilayah terdampak bencana seperti Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Selain itu, menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026, Bulog juga mengantisipasi potensi peningkatan permintaan bahan pangan pokok.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sendiri telah menetapkan status tanggap darurat di 16 kabupaten/kota sejak 30 November 2025. Menindaklanjuti hal tersebut, Bulog menyiapkan 6.527 ton beras CBP untuk 1.864.857 warga terdampak. Hingga kini, realisasi penyaluran telah mencapai 4.551 ton untuk 1.300.434 warga.
“Sisanya sebanyak 1.976 ton masih tersedia di gudang Bulog dan siap disalurkan kapan pun dibutuhkan,” tambah Budi.

Selain memenuhi kebutuhan di Sumut, Bulog Sumut juga menyalurkan bantuan beras CBP untuk bencana alam di Provinsi Aceh sebanyak 340 ton, masing-masing ke Tamiang 90 ton, Takengon 200 ton, dan Gayo Lues 50 ton. Penyaluran dilakukan melalui jalur udara dan laut dengan dukungan BPBD, Pemprov Sumut, TNI AU Lanud Soewondo, serta TNI AL melalui Kodaeral 1 Belawan.

Langkah cepat Bulog ini mendapat apresiasi dari Bank Indonesia selaku anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Deputi Direktur BI KPw Sumut, Abdul Khalim, menyebut peran Bulog sangat krusial dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras, di penghujung tahun.

“Biasanya di bulan Desember harga beras mulai naik. Namun berkat peran aktif Bulog dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, harga beras di Sumut relatif stabil dan tidak ada isu kelangkaan,” ujarnya.

Abdul Khalim juga menyampaikan, pulihnya jalur distribusi dari daerah sentra produksi ke wilayah konsumen turut menekan harga komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang. Selain itu, TPID Sumut terus mendorong penguatan sektor hulu melalui peningkatan produksi, hilirisasi, serta penguatan kelembagaan petani.

Di sisi lain, BI juga mendorong kerja sama antar daerah (KAD) guna menjaga keseimbangan pasokan pangan antarwilayah.

Menutup keterangannya, Budi Cahyanto menyampaikan Bulog Sumut juga menjalankan program Bantuan Pangan (Bapang) dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Untuk periode Oktober–November 2025, penyaluran Bapang telah mencapai 89,7 persen atau menyasar 757.680 Penerima Bantuan Pangan, masing-masing menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

“Hasil pemantauan di pasar tradisional dan ritel modern menunjukkan distribusi pangan berjalan lancar dan harga relatif terkendali. Bulog terus melakukan pasokan beras, minyak goreng, dan gula pasir guna mengantisipasi gejolak harga,” pungkasnya *ely# .

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *