
Inimedan.com- Solo | Kediaman pribadi mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Jalan Kutai Utara, Solo, kini menjadi perhatian masyarakat setelah muncul penamaan “Tembok Ratapan Solo” pada Google Maps yang langsung viral di berbagai platform media sosial.
Fenomena tersebut dipicu oleh beredarnya video yang menunjukkan sekelompok orang tampak melakukan tahlilan serta aksi meratap di tepi jalan tepat di depan rumah tersebut sehingga memicu diskusi hangat di kalangan netizen.
Penamaan “Tembok Ratapan” itu terinspirasi dari Tembok Ratapan di Yerusalem yang menjadi tempat umat Yahudi berdoa dan meratap serta digunakan secara satir untuk menggambarkan rumah mantan presiden yang kerap didatangi warga secara rutin.
Sejak tidak lagi menjabat, Joko Widodo kerap mengizinkan masyarakat masuk ke rumahnya untuk bersalaman sekaligus berfoto bersama sehingga banyak warga dari berbagai daerah di luar Solo rela mengantre demi bertemu langsung dengannya.
Pada Senin 16 Februari 2026 terlihat antrian pengunjung yang ingin berfoto di depan kediaman tersebut meskipun penamaan viral tersebut sudah menyebar luas.
Kementerian ESDM Tetapkan Perusahaan Afiliasi Israel Pemenang Lelang Panas Bumi Telaga Ranu di Halmahera
Ajudan mantan presiden AKBP Syarif Fitriansyah menyatakan bahwa penamaan tersebut tidak mengganggu sama sekali dan pihaknya tetap membiarkan pengunjung datang tanpa pembatasan apapun selama kondisi kesehatan Joko Widodo stabil.
Menurutnya Joko Widodo selalu menyempatkan diri menemui warga yang datang jika berada di Solo dan kondisinya memungkinkan meskipun belum sempat melaporkan soal penamaan di Google Maps tersebut.
Selama libur Imlek kemarin rumah tersebut tetap ramai dikunjungi warga walaupun isu “Rumah Ratapan Solo” sedang menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Beredar pula video viral yang memperlihatkan sekelompok emak-emak melakukan tahlilan di depan rumah yang saat itu kosong sehingga mereka duduk melingkar hingga memenuhi badan jalan.
AKBP Syarif Fitriansyah membenarkan keaslian video tersebut yang ternyata terjadi pada 18 Januari 2026 lalu karena rombongan dari pondok pesantren mengirimkan surat kunjungan namun Joko Widodo berhalangan hadir.
Pada waktu yang sama Joko Widodo harus berangkat pagi-pagi ke Jakarta untuk menghadiri serta menjadi saksi pernikahan ajudan Presiden Prabowo yaitu Mas Agung Surahman.*di/Rpt#

