inimedan. com-Toba.

Masih segar dalam ingatan banyak orang, gerakan spektakuler Togu Simorangkir jalan kaki ke istana presiden di Jakarta, untuk satu cita -cita : Tutup TPL ! Togu bersama beberapa rekan seperjuangannya, rela berjalan kaki ke Jakarta memakan waktu satu bulan lebih untuk bertemu Presiden Jokowi menyuarakan aspirasi rakyat Toba agar perusahaan TPL yang beroperasi di Porsea Toba, segera ditutup. Aksi jalan kaki itu dimulai 14 Juni 2021 start dari Makam Sisingamangaraja XII di Balige. Saat di Jakarta Togu dkk sempat menghadapi rintangan dramatis, sebelum akhirnya diterima Presiden di istana negara tanggal 6 Agustus 2021.
Lantas, apa tindak lanjut dari pertemuan Togu dkk dengan Jokowi di istana negara?
Sekian bulan berlalu, tak ada kabar berita pasca “long march” Togu dkk ke ibu kota Jakarta. Terakhir, ratusan warga Toba kembali menggelar demo ke kantor bupati Toba di Balige (14/1). Tema demo yang diusung tetap sama, menuntut agar PT TPL dicabut ijin operasionalnya, karena dianggap merugikan bagi daerah sekitar dan masyarakat.
Dan hari ini, Senin ( 24/1), aktifis lingkungan Togu Simorangkir menggelar konperensi pers di Aguino Cafe di tepian Danau Toba, Balige. Di hadapan sejumlah jurnalis, Togu saat menyampaikan statemen akhir menandaskan, perjuangan menuntut ditutupnya TPL masih akan berlanjut. Sesuai penjelasan pada undangan yang disebar secara online Senin ( 24/1), disampaikan bahwa pada 6 Agustus 2021, ketika Presiden Joko Widodo bertemu dengan Togu Simorangkir di Istana Negara, Presiden menyampaikan akan melakukan penanaman pohon dalam rangka memperbaiki kerusakan lingkungan dikawasan Danau Toba.

Sebagai bentuk dukungan Pemerintah, Presiden berjanji siap memberikan bibit pohonnya dan akan dilaksanakan pada November atau Desember 2021, bersama dengan Tim-11 dan masyarakat adat. Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga menyampaikan akan menyelesaikan tentang 15 tanah adat. Namun hingga Januari 2022, janji Presiden untuk menyelesaikan 15 tanah adat yang disampaikan belum terealisasi. Karenanya Masyarakat adat Tano Batak bersama Togu Simorangkir, melakukan konferensi pers bertajuk ” Menagih Janji” untuk mengingatkan kembali pertemuan dengan presiden Agustus 2021 lalu.
Kami mengundang rekan-rekan jurnalis, kiranya dapat meliput konferensi pers tersebut, yang akan dilaksanakan pada: Senin, 24 Januari 2022, 11.00 WIB – selesai di Aquino Café, Jalan Lumban Silintong-Balige.
Togu Simorangkir menyebut, tahun ini ( 2022) merupakan momentum yang tepat untuk melakukan aksi protes terhadap TPL, apakah itu dalam bentuk demo damai atau dengan cara teatrikal. Karena pada tahun 2023 adalah tahun politik, kemungkinan tidak dihiraukan jika aksi dilakukan pada tahun itu ( 2023 ).
Togu Simorangkir selaku ketua Tim 11 saat jumpa pers itu didampingi Roganda Simanjuntak ( AMAN Tano Batak), Delima Silalahi ( Ketua KSPPM), dan Benget Sibuea ( Aliansi Tutup TPL Porsea),perwakilan masyarakat hutan adat Sihaporas Walsa Tampubolon, Firman Sinaga, Jeje Tobing Sumuntul, dan James Sitorus ketua dan sekretaris GTA 54.
Togu menegaskan jika tuntutan tutup TPL itu tidak ada realisasinya, tidak ada jalan lain kecuali terus diteriakkan, dengan harapan pada akhirnya pemerintah pusat akan mengabulkannya. ” Sekarang ini jangan sampai ada berdarah-darah seperti dulu jaman Soeharto, sebab orang sudah lebih sadar tentang demokrasi yang lebih baik, ” kata Togu pada bagian closing statementnya yang ditayangkan akun Jeje Tobing Sumuntul Senin ( 24/1). *leonardo tsm#

