Mendagri Sebut Kota Tanjung Balai Sebagai Daerah Terbaik di Sumut Dalam Tata Kelola Keuangan 

Wakil Wali kota Tanjung Balai Muhammad Fadly Abdina saat menghadiri Musrenbang RKPD Provsu Tahun 2027.
Wakil Wali kota Tanjung Balai Muhammad Fadly Abdina saat menghadiri Musrenbang RKPD Provsu Tahun 2027*Foto/IMC/Sol#

Inimedan.com – Tanjung Balai | Kota Tanjung Balai menjadi daerah terbaik di Sumatera Utara dalam tata kelola keuangan, “Untuk Kabupaten/Kota di Sumut, Kota Tanjung Balai paling bagus, tata kelolanya sangat bagus,”

Hal tersebut diungkapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Sumut Tahun 2027, di Hotel Santika Dyandra Medan, Sumut, Rabu (22/4/2026). 

Di kesempatan tersebut  Muhammad Tito Karnavian juga menyapa Wali Kota Tanjung Balai, “Bapak TOP Pak”, sebut Tito yang saat itu di hadiri Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina didampingi Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung, Kepala Bapperida Mariani, Kepala BPKPD Siti Fatimah dan Pimpinan OPD terkait.

Saya nanti, gak berapa lama lagi akan memberi penghargaan-penghargaan mulai bulan April sampai Desember, saya siapkan anggaran hampir 1 triliun untuk daerah berprestasi termasuk tata kelola keuangan, sebut Mendagri.

Pada pengarahan dan paparannya, Mendagri Tito Karnavian menyinggung terkait pengelolaan pendapatan khususnya di Propinsi Sumut dan Kabupaten/Kota.

Dijelaskannya, pendapatan itu terdiri dari 3 komponen yakni, transfer pusat (TKD), Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan sumber lain termasuk BUMD, disini ada Bank Sumut yang menjadi salah satu masukan.

Skenario terbaik dalam pengelolaan keuangan termasuk pendapatan adalah Pendapatan tinggi Belanja juga tinggi, tetapi ada space sedikit sisa, itu good dan merupakan tata kelola keuangan yang sangat bagus. “Pendapatan tinggi, belanja tinggi, uang banyak beredar di masyarakat, jika terjadi bencana apa-apa dia (daerah) bisa tangani, Ujarnya.

Secara Nasional, Jawa Barat tertinggi untuk belanjanya tapi pendapatannya bukan tertinggi masih kurang ada space 1% dari idealnya pendapat saya 3-4%.

Untuk Sumut sendiri kondisinya bagus, pendapatannya bagus namun belanjanya baru 10% hingga periode 31 Maret 2026, jelasnya.

Tito juga mengapresiasi indikator pembangunan di Sumatera Utara yang relatif bagus, di mana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumut mencapai angka 76,47, melampaui angka nasional sebesar 75,90.

Meski demikian, Mendagri memberikan catatan kritis agar pemerintah daerah tidak terjebak pada angka rata-rata dan meminta Gubernur serta para Bupati/Wali Kota untuk lebih teliti melihat data secara detail hingga tingkat Kecamatan dan Desa demi pemerataan pembangunan.

Mendagri Tito Karnavian juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).  Perencanaan yang berkualitas dinilai menjadi kunci untuk mendorong perubahan yang signifikan.

Menurutnya, Musrenbang tidak boleh dipandang sebagai agenda rutin semata (business as usual), sebaliknya, forum tersebut harus menjadi fondasi awal dalam menyusun arah pembangunan daerah yang terarah dan berdampak.

“Perencanaan yang matang, kualitas yang matang, artinya detail, itu menentukan 60 persen keberhasilan program,” katanya.

Secara keseluruhan, Sumatera Utara indikator indikator pembangunannya cukup bagus, hanya saja tidak merata, terang Tito.

Mendagri melanjutkan, perencanaan yang baik harus disusun dengan mendengarkan aspirasi dari bawah. Pemerintah Provinsi perlu menyerap usulan, keinginan, dan harapan pada tingkat Kabupaten/Kota.

Selain itu, Provinsi tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari sistem pemerintahan Nasional, oleh karena itu, selain menerima masukan secara bottom-up dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi juga harus menyelaraskannya dengan program Pemerintah Pusat.

Menurutnya, tujuan Musrenbang adalah menyusun rencana kegiatan secara konkret dan terukur melalui musyawarah untuk mencapai kesepakatan program prioritas.

Ia menegaskan bahwa semakin detail perencanaan yang disusun akan semakin baik, karena pemahaman yang lebih mendalam terhadap masalah akan membantu dalam merumuskan strategi yang tepat.

“Saya selalu belajar di mana-mana, di beberapa negara, selalu keluar ilmu itu. Ilmunya Sun Tzu. Sun Tzu itu seorang strategist, ahli strategi Cina di zaman kuno. Know your enemy, know yourself, and you will win in thousand battles,” tandasnya.

Hadir juga dalam Musrenbang RKPD yakni, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Anggota Komisi VIII DPR RI Husni, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, Wakil Gubernur Sumut Surya, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, para bupati/wali kota se-Provinsi Sumut, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumut*sb#

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *