SMKN 1 Lumut Tapteng Hadiri Pembukaan Program Revitalisasi SMK Berbasis Indusri di Batam

Penandatangan MoU oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi bersama Direktur Politeknik Negeri Batam, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Kasubdirektorat Sarana Prasarana dan Kasudin Kementrian..
Penandatangan MoU oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi bersama Direktur Politeknik Negeri Batam, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Kasubdirektorat Sarana Prasarana dan Kasudin Kementrian.*Foto/IMC/Tetty#

Inimedan.com – Batam  | Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menghadiri pembukaan Program Penguatan Revitalisasi melalui Sarana Prasarana dan Pelatihan Pembelajaran SMK Berbasis Industri, yang diselenggarakan  pada 23-26 Juli 2026 di Batam.

Acara kegiatan yang diikuti sejumlah SMK se – Sumatera ini di gelar di Hotel Swiss – Belhotel Harbour Bay, dibuka langsung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, S. Sos., M. Ed., Ph.D pada Kamis, 23 Juli 2026. Hal itu disampaikan Drs. Sumarno sebagai delegasi SMK Negeri 1 Lumut Tapteng melalui press releasenya lewat WhatsApp yang dikirim kepada awak media ini, Sabtu (25/7/2026).

Adapun kegiatan berskala nasional ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat transformasi pendidikan vokasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), serta tantangan pasar kerja global.

Dalam acara pembukaan kegiatan tersebut, Tatang Muttaqin, S.Sos., M. Ed., Ph. D menekankan bahwa Benchmarketing ini dirancang sebagai instrumen transformasi, bukan sekedar observasi pasif. Ia juga mengatakan melalui kegiatan tersebut dapat mendorong sekolah untuk memahami tata kelola, integritas teknologi mutakhir, hingga budaya kerja industri secara komprehensif. Outputnya adalah snillegis yang actionable saat peserta kembali ke instansinya, kata Tatang Muttaqin.

Guna menjawab perkembangan lompatan teknologi yang masif, seperti Artificial Intelligeus (AI),  IoT, dan manufaktur cerdas, yang mendisrupsi lanskap ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat sinergi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)  melalui penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai landasan konkret antara sekolah dan industri.

Kerjasama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan vokasi agar semakin selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan MoU tersebut, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi, dan dunia usaha diharapkan berperan aktif dalam penyusunan kurikulum berbasis industri, penyelenggaraan pelatihan, sertifikasi kompetensi, program magang, hingga penyerapan lulusan spesuai kebutuhan pasar kerja, lanjutnya.

Pada kesempatan itu juga, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Dr. M Basyir S Hasibuan, M.Pd menyampaikan,  melalui kegiatan ini Kepala SMK diharapkan aktif mengamati, bertanya, mencatat, berdiskusi, menganlisis dan menyusun rekomendasi yang akan diterapkan dan dikembangkan di sekolah masing – masing.

Selain itu, Kepala SMK dapat berkolaborasi dengan stakeholder, menginspirasi warga sekolah dan masyrakat, adaptif dengan dunia kerja dan industri, terus bertransformasi menjadi SMK yang unggul dan berdampak kepada sekolah-sekolah yang lain, ucapnya.

Penandatangan MoU oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi bersama Direktur Politeknik Negeri Batam, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Kasubdirektorat Sarana Prasarana dan Kasudin Kementrian..
Penandatangan MoU oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi bersama Direktur Politeknik Negeri Batam, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Kasubdirektorat Sarana Prasarana dan Kasudin Kementrian.*Foto/IMC/Tetty#

Implementasi MoU yang ditandatangani dan disaksikan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Tatang Muttaqin, Direktur Politeknik Negeri Batam Bambang Hendrawan, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Dr. Arie Wibowo Khurniawan, S.Si., M.Ak, Kasubdirektorat Sarana Prasarana dan tata Kelola Hernita, serta Kasudin Kementrian Tri Haryani, diwujudkan pada Jumat, 24 Juli 2026 melalui peninjauan lapangan yang dipimpin langsung Dirjen Vokasi ke sejumlah industri dan perusahaan teknologi terkemuka di Batam, seperti Politeknikn Neger Batam, PT sanindo Multi Tekno, PT MES Teknologi Indonesia dan PT Labtech Penta inrenasioanal.

Melalui pendekatan analisis dilapangan, Kementrian menargetkan program ini mampu mendorong inovasi sarana dan prasarana di SMK, sehingga mampu mencetak SDM unggul, adaptif dan siap menjadi motor penggetak ekonomi digital Indonesia.

Untuk diketahui, Batam dipilih sebagai lokasi kegiatan merupakan salah satu kawasan industri, perdagangan dan investasi terbesar di Indinesia. Dan kehadiran ratusan perusahaan nasional  maupun internasional dinilai menjadi potensi besar dalam pengembangan pendidikan vokasi berbasis kemitraan.

Kegiatan ini dihadiri kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Dr. Andi Agung, SE., MM, Kepala Dinas Provinsi Sumatera Barat Habibul Fuadi, S.Pd.,M. Si, dan Kabid Pembinaan SMK Provinsi Sumatera Utara Dr. M Basyir S Hasibuan, M.Pd. *Tetty#

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *