Pemkab Taput Akan Menata Tanggul Aek Sigeaon Jadi Pusat Pedestrian dan Kuliner Malam

Aek Sigeaon yang membelah kota Tarutung.
Aek Sigeaon yang membelah kota Tarutung.*Foto: IMC/dok.leonardo#

Inimedan.com-Taput| Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan rencana penataan kawasan Tanggul Aek Sigeaon menjadi pusat pedestrian dan kuliner malam modern di Kota Tarutung bertempat di Aula Mini Kantor Bupati.

‎Rapat dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Tapanuli Utara, Henry M. M. Sitompul, M.Si., mewakili Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si.

‎Pertemuan ini diikuti lintas sektor pimpinan Perangkat Daerah, seperti Inspektur Daerah, Bappelitbangda, BKAD, Dinas PUTR, Perhubungan, Perkim & LH, Kuperindag, Parbudpora, Satpol PP, hingga Camat Tarutung dan Lurah Hutatoruan X.

‎Sekda Henry M. M. Sitompul menegaskan bahwa penataan Tanggul Aek Sigeaon bukan sekadar perbaikan fisik semata, melainkan upaya menghadirkan ikon baru Kota Tarutung yang aman, nyaman, dan mampu mengangkat kelas para pelaku UMKM.

‎”Penataan kawasan ini dilakukan secara terpadu dan terukur dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Kita ingin menjadikan Tanggul Aek Sigeaon sebagai ruang publik kebanggaan warga Tarutung yang ramah pejalan kaki sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Sekda.

‎Dengan sinergi yang solid antar-OPD dan dukungan penuh masyarakat, penataan kawasan Tanggul Aek Sigeaon diyakini akan menjadi angin segar bagi geliat ekonomi Kota Tarutung serta mempercantik wajah Tapanuli Utara sebagai destinasi yang maju dan berkelanjutan.
LUNDU PANJAITAN
Sebelumnya Bupati Taput JTP Hutabarat telah melakukan pendekatan langsung terhadap para pengusaha lapak di sepanjang trotoar/tanggul Aek Sigeaon Tarutung,menjelaskan program penataan area trotoar dan merelokasi lapak ke lokasi yang sudah disiapkan di beberapa titik. Bupati menyebut, para pedagang tetap diprioritaskan di lokasi baru,dan tidak membolehkan pedagang yang baru.
Menurut catatan wartawan, dulunya sekitar tahun 1990 trotoar sepanjang tanggul dari jembatan Naheong sampai jembatan ujung Diponegoro, dijadikan tempat lapak untuk jualan kuliner pada priode Bupati Lundu Panjaitan SH. Kawasan itu cukup ramai pada siang maupun malam hari jadi tempat santai dengan panorama sungai yang mengalir di tengah kota.*le#

 

Aek Sigeaon yang membelah kota Tarutung.*Foto: IMC/dok.leonardo#

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *