Dihadapan Pendukungnya PSMS Dipermalukan PSIS

inimedan.com-Medan.
Memalukan. Mungkin kalimat itulah yang pas dialamatkan buat Tim “Ayam Kinantan” PSMS Medan, menyusul kekalahan yang dialami PSMS Medan atas tamunya  PSIS Semarang, dalam lanjutan Liga 1 Indonesia yang digelar, Rabu (12/9) petang  di Stadion Teladan Medan.

Kesebelasan kebanggaan masyarakat Kota Medan itu pasrah dipermalukan dihadapan pendukungnya oleh tamunya PSIS dengan skor 2-3. Eronisnya, kejadian memalukan itu dialami kesebelasan besutan pelatih Peter Butter justru dihadapan pembinanya Edy Rahmayadi yang tidak lain adalah Gubernur Sumatera Utara yang juga Ketua Umum PSSI.

Bermain dikandang lawannya PSIS sebagai tim tamu justru lebih dahulu unggul pada menit ke 6 melalui tendangan keras Bayu Nugroho memanfaatkan bola muntah tendangan Bruno Silva yang sempat ditepis kiper PSMS Abdul Rohim.

Ketinggalan lebih dahulu membuat anak-anak asuh Peter Butler tersebut tersentak dan mencoba membalas dengan menerapkan permainan bola-bola panjang yang langsung mengarah ke jantung pertahanan lawan.

Serangan demi serangan terus digalang anak-anak Medan yang kerap kali merepotkan barisan belakang PSIS yang dijaga Fauzan Nasrullah, Gilang Ginarsa, Haudi Abdullah dan M. Rio Saputra. Sejumlah peluang diciptakan oleh PSMS melalui Matsunaga dan Martins, namun semua peluang tersebut gagal berbuah gol berkat piawainya Kiper PSIS Joko Ribowo..

Akibatnya hingga wasit Hadiyana meniupkan peluit akhir babak pertama, skor 0-1 tetap bertahan untuk keunggulan sementara tim tamu PSIS.

Di babak kedua, serangan demi serangan yang dilakukan pemain-pemain PSMS semakin gencar dan menit ke-47 Felipe Martins mendapat peluang emas, namun sayang bola sontekannya terlalu tinggi dan hanya menghasilkan tendangan gawang untuk lawan.
Satu menit kemudian pemain asal Brazil itu kembali mendapat peluang emas mencetak gol untuk PSMS, namun kali ini bola sontekannya membentur mistar gawang dan kembali gagal berbuah gol.

Menit ke -71 kembali PSMS mendapat peluang emas dan kali melalui sundulan pemain belakang Alexandros Tanidis, namun sayang bola sundulan pemain asal Yunani tersebut berhasil ditepis kiper.

Keasikan menyerang, justru membuat pertahanan PSMS lengah dan kesempatan itu berhasil dimanfaatkan PSIS melalui serangan balik pada menit ke-74  dan gol berhasil diciptakan Bruno Silva sekaligus merubah kedudukan menjadi 2-0 untuk tim lawan.

PSMS baru dapat memperkecil kekalahan pada menit ke-81 melalui tendangan bebas  Matsunaga dan merubah kedudukan sementara 1-2.

PSMS akhirnya berhasil menyamakan  kedudukan menjadi 2-2 dan kali ini gol kembali diciptakan Matsunaga pada menit ke-86 melalui tendangan penalti setelah sebelumnya pemain PSIS Ibrahim Conteh tangannya menyentuh bola di pinalti area

.PSIS berbalik unggul melalui Hari Nur Yulianto di masa injiri time yang memanfaatkan bola liar di mulut gawang  dan merubah kedudukan 3-2 untuk keunggulan tim tamu. Hingga berakhirnya laga kedudukan 3-2 untuk keunggulan PSIS tetap bertahan.

Pelatih PSIS Jafri Sastra mengatakan kemenangan yang diraih berkat kerja keras para pemain yang meladeni pertandingan PSMS. Padahal pemain banyak cedera maka pemain yang ada diturunkan
“Alhamdulilah kami berhasil mendulang nilai penuh di laga tandang sebagai modal untuk menghindari zona degradasi” tandasnya.Kondisi sulit ini pun diakui pelatih mereka Peter Butler semakin menyulitkan perjuangan mereka bertahan di Liga 1.

“Ini situasi yang sangat sulit. Target sepuluh besar sulit. Pemain butuh motivasi,” kata Butler.
Butler sempat menyoroti kinerja wasit yang dinilainya merugikan timnya. Dalam laga ini, setidaknya wasit Hadiyana asal Jawa Barat  tak menggubris protes pemain PSMS terkait handball pemain PSIS di kotak penalti sebayak tiga kali. Kebijakan wasit yang hanya memberi waktu ekstra hanya tiga menit juga dipertanyakannya.

“Saya tak mau jadi pengeluh. Tapi wasit membuat permainan berubah. PSIS terlalu banyak buang waktu, tapi wasit hanya beri tiga menit. Ini tidak betul,”tutupnya. (BL).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *