Momen Thaipusam Medan Street Festival 2026, Untuk Mendukung Toleransi 

Kegiatan Thaipusam Medan Street Festival 2026 di awali dengan pelepasan pawai kereta kencana atau rathem dari kuil Sree Soepramaniem Nagattar Jalan Kejaksaan Kota Medan menuju kawasan little India Kota Medan di Jalan KH Zainul Arifin.
Kegiatan Thaipusam Medan Street Festival 2026 di awali dengan pelepasan pawai kereta kencana atau rathem dari kuil Sree Soepramaniem Nagattar Jalan Kejaksaan Kota Medan menuju kawasan little India Kota Medan di Jalan KH Zainul Arifin. ( Foto.IMC/Fajaruddin)

Inimedan.com-Medan /Ribuan warga Kota Medan sangat antusias menyaksikan  keseruan Thaipusam Medan Street Festival 2026, Minggu  (1/2/2026) malam.

Kegiatan Thaipusam Medan Street Festival 2026 di awali dengan pelepasan pawai  kereta kencana atau rathem dari kuil Sree Soepramaniem Nagattar Jalan Kejaksaan Kebun Bunga, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan menuju kawasan little India Kota Medan di Jalan KH Zainul Arifin.

Pelepasan pawai kereta kencana atau rathem berusia lebih dari seratus tahun membawa patung Dewa Murugan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota (Pemko)  Medan Ir.Wiriya Alrahman.

Turut mendampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemko Medan Benny Sinomba Siregar, SE, MAP, Kepala Dinas Pariwisata Pemko Medan M.Odi Anggia Batubara, S.STP, MM dan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Medan Ir. Subenthiren.

Pelepasan pawai kereta kencana atau rathem  disaksikan Ketua PHDI Sumatera Utara Surya, Ketua Paruman Walaka PHDI Sumatera Utara S.Siwaja Raja, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajudin Sagala, pejabat sipil dan militer serta sejumlah tokoh masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajudin Sagala mengatakan Thaipusam Medan Street Festival 2026 merupakan momen penting untuk mendukung toleransi keagamaan di Kota Medan.

“Thaipusam perayaan suci bagi umat Hindu di Kota Medan. Simbol kebenaran. Umat Hindu di Kota Medan menunjukkan dedikasinya. Semoga perayaan Thaipusam membawa berkah bagi umat Hindu,”ujar Rajudin di saat memberikan kata sambutan.

DPRD Kota Medan, ungkap Rajudin, berkomitmen melindungi hak setiap warga untuk  beribadah menurut kepercayaannya masing-masing.

Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman, MM menyatakan perayaan Thaipusam penuh semangat kebersamaan

“Perayaan Thaipusam memiliki prinsip pengendalian diri dan keteguhan iman. Perbedaan untuk saling menghormati. Melalui perayaan Thaipusam generasi muda diajak untuk menumbuhkan sikap toleransi, beradab dan berkepribadian, “demikian dikatakan  Wiriya tatkala memberikan kata sambutan.

Saya berharap Thaipusam Medan Street Festival 2026, ujar Wiriya, merupakan momentum untuk memperkuat persaudaraan dalam menjaga kedamaian Kota Medan dan membawa semangat kebersamaan dalam keberagaman.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Medan Ir. Subenthiren menjelaskan Thaipusam adalah bintang di bulan purnama. Bulan sangat terang berkah untuk semua.

“Thaipusam kegiatan spiritual umat Hindu untuk menghormati Dewa Murugan,”terang Subenthiren.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemko Medan Benny Sinomba Siregar, SE, MAP memaparkan Thaipusam Medan Street Festival 2026 bertujuan untuk pengembangan kebudayaan dan keagamaan di Kota Medan.

“Di Thaipusam Medan Street Festival 2026 diramaikan dengan kegiatan ritual kudam/angkat susu, pawai kereta kencana, tarian India, hiburan musik India dan pameran kuliner,”papar Benny lagi. *Fajaruddin Batubara#

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *