Disepakati, Pedagang Tanggul Aek Sigeaon Tarutung Siap Direlokasi

Inimedan.com-Taput  | Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah mengambil kebijakan strategis dalam penataan kawasan dan mitigasi bencana Kota Tarutung, dengan merelokasi para pedagang di Tanggul Aek Sigeaon. Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., secara resmi menandatangani Berita Acara Relokasi Pedagang bertempat di Eks Kantor PDAM Mual Natio, Tarutung, Rabu (14/10).

‎
‎Penandatanganan kesepakatan ini disaksikan oleh jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Tapanuli Utara, antara lain Inspektur Daerah, Kepala Bapelitbangda, Kepala KUKM Perindag, Kepala Dinas Perkimlindup, Plt. Kadis PUTRHub, perwakilan perangkat dinas teknis, Camat Tarutung Ferry H. Lumbantobing, SP, M.Si, Lurah Hutatoruan X Frisko Samosir, SH, serta 24 perwakilan pedagang area tanggul yang dipimpin oleh Ketua Pedagang Tanggul Aek Sigeaon, Samuel Lumban Tobing.
‎
‎Dalam arahannya, Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan bahwa kebijakan relokasi ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam memfasilitasi seluruh pedagang agar dapat beraktivitas secara lebih aman, tertib, dan nyaman.
‎
‎”Pemerintah berupaya memfasilitasi seluruh pedagang yang selama ini berdagang di Aek Sigeaon. Kami berharap para pedagang dapat menjaga kebersihan dan kenyamanan di lapak yang baru, sehingga penataan kota ini berjalan dengan baik dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh pedagang, pemerintah, maupun masyarakat,” ujar Bupati JTP Hutabarat.
‎
‎Kebijakan relokasi ini didasarkan pada aspek mitigasi bencana guna menjaga keselamatan para pedagang dan pengunjung di kawasan Tanggul Aek Sigeaon. Berdasarkan kesepakatan dalam berita acara, proses relokasi diatur secara transparan dan terstruktur dengan ketentuan sebagai berikut:
‎
‎* Khusus Sektor Kuliner: Area relokasi diutamakan bagi pedagang kuliner atau pedagang lama yang bersedia beralih menjadi pelaku usaha kuliner, serta telah terverifikasi oleh Pemkab Tapanuli Utara (tidak diizinkan adanya pedagang baru).
‎
‎* Pengundian Lapak Permanen: Telah dilaksanakan pencabutan nomor untuk 11 lapak di bangunan permanen yang terletak di depan Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Tapanuli Utara.
‎
‎* Lokasi Sementara: Pedagang kaki lima yang belum mendapatkan undian lapak permanen untuk sementara direlokasi di area eks Kantor PDAM Mual Natio,masih berdekatan dengan lokasi semula di tanggul sungai.
‎
‎* Batas Waktu Pembongkaran (Deadline):
‎Pedagang yang lapaknya berada di titik pemasangan pekerjaan sheet pile wajib membongkar dan membersihkan lokasi paling lambat 17 Oktober 2026. Pedagang di area lainnya yang terdampak penataan wajib membongkar dan membersihkan lokasi paling lambat 24 Oktober 2026.
‎
‎Melalui penataan ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara optimis kawasan Aek Sigeaon akan menjadi lebih aman, tertib, bersih, dan menarik, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan Tapanuli Utara.
Pantauan media ini Jumat (16/10) sudah dimulai proses pembangunan lapak di area relokasi di depan kantor Diskominfo Taput. Pelaksana proyek Lundu Lumbantobing menyebut lapak yang dibangun di sana untuk 13 pedagang ex tanggul.” Memang lapak yang dibangun di beberapa titik diprioritaskan untuk pedagang tanggul, tidak ada untuk pedagang yang baru ujar Lundu saat berbincang dengan wartawan.*le#

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *