Inimedan.com-Taput | Sudah seminggu atau lebih kabut asap menyelimuti kawasan Tapanuli Utara sekitarnya,bahkan termasuk kabupaten tetangga Humbang Hasundutan, Toba,Samosir, juga Pakpak Bharat, Dairi. Meskipun tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat,namun cukup mengkhawatirkan menyangkut kesehatan. Pihak instansi terkait telah mengingatkan ( warning) kemungkinan kabut asap berkepanjangan bisa menimbulkan ISPA ( Infeksi Saluran Pernafasan).
Belum jelas dari mana sumber asap tersebut. Awalnya ada yang mengatakan sumbernya dampak dari letusan gunung Sinabung, dan ada juga yang lebih percaya kabut asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan gambut di wilayah Riau dan Jambi.
Sejumlah ibu rumah tangga merasa was-was sejak kabut asap menyelimuti kawasan Tarutung Siatas Barita,Sipoholon, tiga wilayah berdekatan yang mudah terpantau situasinya. Pasalnya, anak-anak rentan terinfeksi pernafasan dan demam. Jumlah pasien anak maupun dewasa di Rumah Sakit Umum Tarutung dikabarkan bertambah setiap hari,demikian halnya Puskesmas dan Pustu.
Situasi terkini Rabu ( 14/10) kabut asap tampak semakin bertambah ketebalannya. Jarak pandang juga terasa makin berkurang. Di kawasan Tarutung khususnya, pegunungan dan desa sekitar sudah hilang dari pandangan tertutup kabut asap yang semakin tebal.
Fenomena kabut asap dari wilayah Riau bukan yang pertama kali merambah ke Sumatera Utara bahkan ke Malaysia. Hal yang sama sudah beberapa kali terjadi tahun-tahun sebelumnya.* le#


