Inimedan.com-Langkat | Forum Jurnalis Melitan (FJM) menggelar kegiatan _Media Gathering_ dengan tema “Penguatan Kapasitas Wartawan Media Siber Menghadapi Tantangan di Era AI”.
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, 5 s.d 6 September 2026 di Pantai Citra, Desa Namo Sialang, Kabupaten Langkat ini diikuti sekitar 23 peserta dari berbagai media siber dan media cetak se-Sumatera Utara.
Ketua Panitia Pelaksana, Beni Pasaribu mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan adaptasi jurnalis terhadap perkembangan teknologi Artificial Intelligence yang semakin masif di dunia media.
“Di era AI ini, wartawan dituntut tidak hanya cepat dan akurat, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu kerja jurnalistik tanpa mengabaikan kode etik,” ujar Beni, Sabtu 6/9/2026.
Sebagai narasumber hadir Nurhalim Tanjung, Ahli Pers Dewan Pers dari Medan. Dalam pemaparannya, Nurhalim menekankan pentingnya literasi AI bagi wartawan.
“AI bukan pengganti wartawan. AI adalah alat. Yang membedakan karya jurnalistik berkualitas adalah nalar, verifikasi, dan empati jurnalis. Itu tidak bisa digantikan mesin,” tegas Nurhalim.

Kegiatan ini juga dihadiri jajaran pengurus SMSI Provinsi Sumatera Utara. Tampak hadir Ketua SMSI Sumut Erris J. Napitupulu, Sekretaris Ariadi, dan Bendahara H. Agus S. Lubis.
Selain itu hadir juga Ketua Forum Pemred SMSI Sumut Lilik Riadi dan Sekretarisnya David Susanto.
Dalam sambutannya, Erris J. Napitupulu mengapresiasi inisiatif FJM. Ia menyebut kegiatan seperti ini penting untuk menjaga marwah dan kualitas media siber di tengah derasnya arus informasi digital.
“Media siber harus menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks. Dengan menguasai AI, kita bisa lebih cepat memverifikasi dan menyajikan berita yang berimbang,” kata Erris.
Acara yang dipandu moderator Mei ini berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendapat materi, tetapi juga praktik langsung penggunaan AI untuk riset, penulisan, dan verifikasi data.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendra mata dari pengurus FJM kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas ilmu yang dibagikan.
Kepada para peserta juga mendapat bermacam jenis bingkisan, yang diperebutkan melalui Kuis. *di#



