
Inimedan.com-Taput | Suasana di kawasan pedesaan Simanampang, Sidagal, Lobuhole, Kecamatan Siatas Barita,Tapanuli Utara, saat ini disebut agak mencekam,setelah tersiar kabar ada harimau berkeliaran di sana.
Kabar itu pun cepat menyebar,sejak munculnya postingan di media sosial facebook pertengahan Mei 2026. Dalam narasi postingan dan vidio yang ditayangkan, disebutkan sudah ada kerbau yang ditemukan mati dengan kondisi tercabik-cabik, tinggal bagian kaki dan bagian dalam ( usus).
Kematian anak kerbau itu ditengarai akibat serangan harimau. Warga setempat menemukan jejak kaki yang dipastikan sebagai jejak harimau. Hal itu menguatkan keyakinan penduduk bahwa harimau telah masuk ke kawasan kampung Sidagal/Simanampang. Namun tak ada informasi ada berapa ekor harimau tersebut.
Selain di desa Sidagal dan Simanampang, kabarnya di Aek Nauli harimau juga sudah muncul. Info itu sejauh ini belum terkonfirmasi.
EDARAN CAMAT
Terkait hal itu, Pemkab Taput cq Camat Siatas Barita telah membuat surat edaran kepada semua Kepala Desa dan masyarakat di dua desa tersebut. Isi surat edaran yang ditandatangani Camat Reinhard Nixson Manullang SH, yang muncul di grup WA, antara lain menghimbau penduduk untuk membatasi aktivitas di ladang,sawah,atau hutan, mulai pukul 09.00 s/d 15.00 WIB. Warga juga dilarang bermalam di ladang,sawah atau hutan. Jangan bepergian sendirian, upayakan 2-3 orang.
Camat juga menyarankan agar warga membuat suara gaduh atau bunyi-bunyian di ladang atau sawah,agar binatang buas tahu keberadaan manusia di sana. Juga diminta agar warga desa mengamankan ternak peliharaan.
Pada poin terakhir himbauan, penduduk dilarang memasang jerat atau tindakan yang dapat binatang tersebut, karena hal itu melanggar UU no.5/1990 tentang konservasi SDA hayati dan ekosistemnya.
Jika ada yang menemukan jejak binatang ( harimau), segera melapor ke pemerintah atau pihak berwenang.
ANAK KERBAU
Terpisah,seorang warga Desa Sidagal marga Panjaitan yang ditanya jurnalis media ini Sabtu (23/5), membenarkan adanya peristiwa tentang kerbau dimangsa binatang yang diduga harimau baru-baru ini. ” Ya, memang kejadian itu benar, ada anak kerbau juga dimangsa binatang buas, hanya tinggal bagian kaki dan bagian perut yang tersisa,” kata Panjaitan yang diketahui seorang penyadap tuak di Sidagal. Ia juga menyebut ada jejak kaki binatang yang diyakini penduduk adalah jejak kaki harimau.*le#


