SMAS Taman Siswa Bah Jambi, Guru Non Bidang Studi Dapat Sertifikasi

Kantor Dinas UPTD Siantar Simalungun jalan Asahan KM 3,5 Simalungun.
Kantor Dinas UPTD Siantar Simalungun jalan Asahan KM 3,5 Simalungun. *foto/IMC/neti#

Inimedan.com-imalungun  | Untuk mendapatkan Sertifikasi adalah harus Guru yang mengajar masing-masing Bidang Studi.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Seksi Sekolah Menengah Atas (SMA) Triwandes Sinurat, di dampingi Kepala Seksi Sekolah Menengah (SMK) Kejuruan UPTD VI Siantar dan Simalungun, saat dikonfirmasi beberapa Media Senin (7/9/2026), di Kantor Dinas Wilayah VI Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Jalan Asahan, KM 3,5 Simalungun, syarat untuk mendapatkan Sertifikasi.

Ketika diinformasikan adanya oknum Guru di Sekolah Swasta Taman Siswa Bah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja Kabupaten Simalungun
tidak Guru (operator) akan tetapi mendapat Sertifikasi.

” banyak juga guru – guru kita merangkap operator, dan akan crosscheck ke lapangan dan memanggil yang bersangkutan “, ujar Triwandes.

Dwi , yang diduga bukan tenaga pendidik (Guru) Bidang Studi di Taman Siswa Bah Jambi ketika dikonfirmasi Media via selulernya, Senin (7/9/2026) mengatakan bahwa dirinya mendapatkan SK dari Yayasan.

” SK kita dari Yayasan SK Guru, cuma dikasih tugas sebagai operator “, kata Dwi Riyanto.

Dirinya juga mengaminkan sudah mendapatkan Sertifikasi, dan sudah berjalan 1 (satu) tahun.

“Saya sekarang menghadap ke Kantor UPTD atas perintah Kepala Sekolah yang sudah dihubungi Kasi Triwandes”, imbuhnya.

Dwi juga mengakui bahwa dirinya disekolah Taman Siswa Bah Jambi mengaku mengajar Bidang Studi TIK.

Akan tetapi, sesuai data Guru Bidang Studi Taman Siswa Bah Jambi, yang ditandatangani Kepala sekolah nama tersebut tidak ada daftar sebagai Guru Bidang Studi, hanya sebagai Tenaga Operator.

Sumber yang tidak mau disebutkan juga menyebutkan, langgengnya data Siluman ini di duga adanya bekingan oknum Kasi SMA Triwandes Sinurat. Hal ini merasa dibekingi Dwi  merasa paling hebat dan sombong.

Lebih lanjut sumber menyebutkan, ada beberapa Guru Bidang Studi di Yayasan tersebut yang sudah bertahun mengajar, tapi tidak dapat Sertifikasi.

Untuk menjaga citra Guru selaku pendidik, diharapkan kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara menindak lanjuti masalah ini, jika terbukti adanya bekingan salah seorang pejabat UPTD itu juga harus ditindak tegas, kata salah seorang sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya.
*neti#

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *