Kolaborasi Pendanaan Lintas Instansi Bikin Pemulihan Pascabencana Sumatera Lebih Cepat

Inimedan.com-Medan    | Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR)
Pascabencana Sumatera menegaskan percepatan pemulihan di Aceh, Sumatera
Utara, dan Sumatera Barat lahir dari kolaborasi lintas kementerian /
lembaga yang bergerak serentak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat
terdampak bencana, termasuk pada sektor pendanaan.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian
mengatakan pemerintah pusat telah menggelontorkan dukungan anggaran
besar agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan cepat dan
tepat sasaran di daerah terdampak.

“Pemulihan ini di antaranya perlu anggaran. Anggaran kita berterima
kasih kepada Pak Presiden (Prabowo Subianto) karena telah memberikan
anggaran tambahan transfer keuangan daerah atau TKD sebanyak Rp10,6
triliun untuk tiga provinsi dan sudah ditransfer semua tuntas,” ujar
Tito usai rapat bersama Ketua Tim Pengarah Satgas PRR Pratikno di
Jakarta, Selasa (12/5/2026)

Menurut Tito, anggaran tersebut kini berada di pemerintah daerah dan
terus dikawal pemanfaatannya agar fokus pada kebutuhan paling mendesak
bagi masyarakat terdampak.

“Inilah yang kami kawal. Uangnya ada di daerah-daerah kabupaten, kota,
provinsi. Ini yang kami kawal agar perencanaan ini tepat sasaran dan
cepat terutama menangani hal-hal yang urgen,” katanya.

Selain transfer keuangan daerah, sejumlah kementerian juga bergerak
melalui program sektoral. Kementerian Pertanian, misalnya, telah
menyalurkan dukungan lebih dari Rp877 miliar untuk optimalisasi lahan,
rehabilitasi pertanian pascabencana, hingga pembangunan irigasi di tiga
provinsi terdampak.

Di sektor sosial, bantuan dari Kementerian Sosial tercatat mencapai
Rp896,2 miliar dengan realisasi penyaluran sebesar 96,75 persen. Bantuan
itu mencakup isi hunian, jaminan hidup (jadup), hingga stimulan ekonomi
bagi penyintas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sementara itu, BNPB turut mempercepat pemulihan melalui bantuan
perbaikan rumah rusak ringan dan sedang dengan total nilai mencapai
Rp655,18 miliar. Bantuan tersebut membantu ribuan keluarga penyintas
untuk mulai kembali memperbaiki tempat tinggal dan menata kehidupan
pascabencana.

Kolaborasi lintas instansi juga terlihat pada revitalisasi satuan
pendidikan terdampak bencana. Hingga saat ini, total bantuan
revitalisasi pendidikan yang digelontorkan Kemendikdasmen mencapai
Rp2,94 triliun untuk 3.058 kegiatan revitalisasi sekolah di tiga
provinsi terdampak. Penyaluran tahap pertama telah mencapai lebih dari
Rp1,96 triliun dan turut diperkuat kerja sama bersama TNI AD dalam
percepatan pembangunan fasilitas pendidikan.

Pendanaan lintas sektor menjadi fondasi penting agar pemulihan tidak
hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menghidupkan kembali
sosial ekonomi masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan. *di/Rel#

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *