Bulog Sumut Pastikan Stok Pangan Aman, Stok  Beras  Capai 56.176 Ton 

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, didampingiWakil Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Pls Kepala Satuan Pengawas Internal (KSPI) Rusli serta Manajer Pemasaran, saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantornya, Rabu, ( 10/6/26)
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, didampingiWakil Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Pls Kepala Satuan Pengawas Internal (KSPI) Rusli serta Manajer Pemasaran, saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantornya, Rabu, ( 10/6/26)*Foto/Infokota/Ist#

Inimedan.com-Medan   | Perum Bulog Sumatera Utara memastikan ketersediaan stok pangan di wilayah Sumut dalam kondisi aman dan mencukupi hingga akhir Juni 2026. Pemerintah juga telah menyiapkan penambahan stok sekaligus bantuan pangan pada Juli 2026 untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Bulog Wilayah Sumut, Jalan Gatot Subroto, Medan, Rabu (10/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Budi didampingi Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Pls Kepala Satuan Pengawas Internal (KSPI) Rusli serta Manajer Pemasaran.

Budi menjelaskan, stok beras yang saat ini dikuasai Bulog Sumut mencapai sekitar 56.176 ton. Stok tersebut tersebar merata di sejumlah wilayah di Sumut, mulai dari Panyabungan hingga Nias. “Untuk stok beras saat ini aman dan tersedia di seluruh wilayah kerja Bulog Sumut,” ujarnya.

Selain beras, Bulog juga mengelola stok jagung yang saat ini mencapai sekitar 4.320 ton. Stok jagung tersebut berada di wilayah Cabang Medan, Serdang Bedagai dan Binjai, namun pengelolaannya dipusatkan di Medan.
“Jagung ada sekitar 4.320 ton dan dipusatkan di Medan,” katanya.

Sementara itu, untuk komoditas minyak goreng Minyakita, Bulog Sumut memiliki stok sekitar 880 ribu liter yang tersebar merata di seluruh wilayah Sumatera Utara. Adapun stok gula pasir saat ini mencapai sekitar 430 ton dan siap digunakan untuk membantu kebutuhan distribusi masyarakat.

Di sisi lain, Bulog juga mendapat penugasan pemerintah untuk menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Total alokasi bantuan pangan berupa beras mencapai 14.350 ton dengan jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) sebanyak 1.736.836 kepala keluarga.

Setiap penerima memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Hingga saat ini, realisasi penyaluran bantuan pangan beras telah mencapai 14.350 ton atau sekitar 40,54 persen. Sementara penyaluran minyak goreng telah mencapai 2.770.213 liter. Program bantuan pangan tersebut dijadwalkan selesai pada 30 Juni 2026.

Budi menambahkan, pemerintah kembali menyiapkan tambahan bantuan pangan pada Juli 2026. Dalam program tersebut, setiap penerima akan memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.

“Jumlah penerima pada Juli nanti sama dengan periode sebelumnya. Untuk beras yang akan disalurkan khusus Juli 2026 diperkirakan mencapai 17.560 ton,” jelasnya.

Menurutnya, penambahan bantuan pangan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan, agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok di tengah dinamika harga pangan.

“Tujuannya agar masyarakat yang rentan terhadap kebutuhan pangan dapat terus terbantu,” pungkasnya. *ely/#

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *