KP2SU minta Arya Sinulingga Mundur dari Pencalonan Ketua PSSI Sumut

Inimedan.com-Medan   | Gelombang penolakan terhadap Arya Sinulingga untuk menakhodai organisasi PSSI Sumut 2026-2030 bergulir. Ini terlihat dari deklarasi Komite Perbaikan dan Penyelamatan Sepakbola Sumut (KP2SU). Mereka minta Exco PSSI Pusat itu mundur baik dari Pelaksana Tugas (Plt) maupun pencalonan Ketua Umum PSSI Sumut.

“Kami melihat tak prestasi sepakbola daerah ini selama Arya Sinulingga sebagai Plt PSSI Sumut”, kata Ketua KP2SU Badia Raja Manurung, usai deklarasi di Tormago cafe Medan, Kamis (1/10).

Hadir pada deklarasi, Wendry, Mondan Tarigan, M Syarif, May Muzar dan Julius Raja

Arya Sinulingga sebagai Plt PSSI Sumut sejak tahun 2024 hingga sekarang. Saat menjadi Plt PSSI Sumut beliau menjanjikan prestasi pada PON Aceh – Sumut. Namun, sepakbola Sumut hanya sampai babak kedua.

“Tolak ukur pembinaan itu PON bukan yang lain. Kalau tak ada prestasi PON berarti gagal membuat hasil membanggakan”, kata mantan pemain PSMS, Mercu buana dan timnas itu.

Hal lain tambah legend sepakbola Sumut ini, tentang mekanisme pelaksanan kongres PSSI Sumut, 12 Oktober mendatang. Arya Sinulingga terkesan menghalalkan segala cara seperti menghidupkan askab Askot yang telah mati suri.

“Beliau itu kan Plt, kok bisa mengeluarkan Plt untuk Askot askab se Sumut. Ini sudah menyalahi aturan organisasi”, ujarnya.

Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan ketua PSSI Sumut yang dijadwalkan 12 Oktober mendatang diwarung dagelan

Dagelan KLB PSSI telah dimulai sejak pembentukan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding yang dibentuk pada Kongres Biasa Januari 2026 bukan merupakan aspirasi dari voter melainkan ditetapkan langsung oleh plt PSSI Sumut Arya Sinulingga.

Pada kongres itu, Arya Sinulingga diminta untuk menunjukkan SK perpanjangan sebagai Plt. Pasalnya, beliau mulai menjabat Plt PSSI Sumut tahun 2024.Namun beliau tidak bisa menunjukkan bukti perpanjangan SK sebagai Plt.

Untuk itu KP2SU minta PSSI Sumut memberhentikan Arya Sinulingga sebagai Plt PSSI Sumut dan meninjau pelaksanaan kongres PSSI Sumut.

“Ini tak bisa dibiarkan. Jika berlarut larut menjadi kan sepakbola Sumut kian suram”, ujarnya.

Badia minta perhatian khusus dari Gubsu agar Emas PON yang akan datang tidak salah pengelolaan lagi dan orang orang yang visi kuat mengerti tentang sepakbola Sumut menanganinya karena dari thn 81, 85, 89 Sumut sangat diperhitungkan secara nasional langganan meraih Emas minimal Perak.”kami mantan mantan pemain Sumut siap mendukung”, ujarnya. *di#

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *