Hujan Deras Guyur Tarutung, Sejumlah Rumah Terendam Air

Wabup Taput Deni Lumbantoruan meninjau lokasi kebanjiran di Siwaluompu Sabtu malam.
Wabup Taput Deni Lumbantoruan meninjau lokasi kebanjiran di Siwaluompu Sabtu malam.* Foto: IMC/ dok.le/ist#

Inimedan.com-Tarutung   | Hujan deras lebih tiga jam mengguyur kawasan Tarutung sekitarnya, menimbulkan kebanjiran di beberapa titik. Belakangan ini memang hujan ekstrim masih perlu diwaspadai. Hampir setiap sore hari, hujan turun hingga malamnya.

Pada Sabtu (18/4/2026) sore sekitar tiga jam lebih hujan lebat kembali memgguyur wilaysh Silindung sekitarnya, menimbulkan kebanjiran di berbagai titik. Seperti halnya di kawasan Siwaluompu.Hujan deras membuat Aek Haidupan yang rawan banjir,kembali meluap.

Wabup Taput Deni Lumbantoruan segera turun meninjau meluapnya Aek Haidupan Siwaluompu.

Wakil Bupati didampingi beberapa instansi teknis serta Camat Tarutung meninjau Desa Hutauruk Siwalompu, Kecamatan Tarutung, malam itu juga.
Tingginya curah hujan yang terjadi pada Sabtu sore  mengakibatkan meluapnya Aek Haidupan dan beberapa rumah warga di sekitar aliran sungai terendam air yaitu Desa Hutauruk dan Desa Siraja Oloan.

Saat meninjau langsung rumah warga yang terdampak banjir, Deni  menyampaikan bahwa Pemerintah berkomitmen terus hadir mendampingi masyarakat serta mempercepat upaya penanganan agar warga dapat segera beraktivitas normal kembali dan berharap agar warga yang terdampak tetap tabah dan sabar menghadapi musibah ini.

Wakil Bupati juga menginstruksikan instansi teknis, camat bersama pemerintah Desa tetap memantau kondisi warga dan turut membantu warga.
Plt. Kepala Dinas PU-TR dan Perhubungan Dalan Simanjuntak yang turut meninjau pada kesempatan tersebut, menyebut  normalisasi Sungai Aek Haidupan sudah masuk dalam R3P (Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana) yang disusun Pemkab Tapanuli Utara bersama BWSS II (Balai Wilayah Sungai Sumatera II).

“BWSS telah melakukan normalisasi pada bulan Maret lalu sebelum Lebaran. Penanganan masalah ini perlu dilakukan secara bertahap. Sebagian tanggul Aek Haidupan akan ditangani oleh Dinas SDA Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2026 ini,” ungkap Dalan Simanjuntak.

Dikatakan,penanganan menyeluruh Aek Haidupan akan dikoordinasikan kembali dengan BWS Sumatera II dan pihak terkait agar risiko banjir dapat diminimalisir ke depannya. Masyarakat juga dihimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air.*le#

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *