Inimedan. com-Medan | Penjelasan mengenai penyebab terganggunya distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sumatera Utara semakin membingungkan publik. Di tengah antrean panjang yang berlangsung sepekan lebih di sejumlah SPBU, muncul perbedaan keterangan dari dua legislator, yakni Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Ihwan Ritonga dan Anggota Komisi XII DPR RI Ade Jona Prasetyo.
Perbedaan narasi kedua politisi Gerindra itu memunculkan pertanyaan besar: apa sebenarnya penyebab macetnya distribusi BBM di Sumut. Ihwan Ritonga secara tegas membantah isu yang menyebut kelangkaan BBM dipicu aksi mogok sopir truk tangki. Menurutnya, DPRD Sumut tidak pernah menerima informasi resmi mengenai adanya aksi mogok dari para sopir pengangkut BBM.
“Yang pertama, kita tidak ada mendengar bahwasanya ada sopir mogok. Itu tidak benar. Yang kita minta adalah ketegasan dari pimpinan Pertamina, khususnya di Sumatera Utara, terkait ketersediaan pasokan BBM. Jangan sampai masyarakat dibuat panik karena informasi yang tidak jelas,” kata Ihwan kepada wartawan, Jumat (17/7/2026). *di#





